Setiap pagi, sebelum denting bel pelajaran utama menggema, sebuah pemandangan syahdu selalu menghiasi sudut-sudut madrasah kami. Anak-anak mungil dengan wajah polos penuh harap, jari-jari kecil menelusuri baris-baris huruf Arab, dan bibir-bibir mereka melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, Ini adalah denyut nadi kehidupan di MI Jidris Assalam.
Lebih dari Sekadar Membaca, Ini Adalah Pembentukan Karakter
Mungkin di mata sebagian orang, ini hanya "anak-anak mengaji". Tapi bagi kami, para guru dan orang tua di MI Jidris Assalam, ini adalah sebuah ikhtiar agung. Setiap huruf yang terbaca, setiap tajwid yang dipelajari, bukan hanya menambah hafalan, melainkan tengah menanamkan akhlak dan karakter mulia.
Disiplin: Mereka belajar duduk tenang, fokus, dan mengikuti arahan.
Kesabaran: Ayat demi ayat, mereka bersabar mengeja, memahami, dan memperbaiki bacaan.
Ketekunan: Tiada hari tanpa usaha, walau sulit, mereka terus mencoba hingga lancar.
Rasa Hormat: Terhadap guru, terhadap Al-Qur'an sebagai kalamullah, dan terhadap sesama.
Bukankah ini bekal paling berharga? Di tengah derasnya arus zaman yang seringkali melunturkan nilai-nilai luhur, kami percaya bahwa Al-Qur'an adalah jangkar terkuat. Ia menuntun mereka menemukan kompas moral, membedakan yang haq dan batil, serta membangun fondasi keimanan yang kokoh.
Harapan yang Mekar dari Setiap Lantunan Ayat
Setiap kali mendengar lantunan merdu dari bibir-bibir mungil itu, hati kami dipenuhi harapan yang membuncah. Harapan akan lahirnya generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya hati dan jiwa. Generasi yang santun dalam bertutur, jujur dalam bertindak, peduli terhadap sesama, dan selalu menjadikan Allah sebagai tujuan utama.
Kami bermimpi, anak-anak ini kelak akan menjadi para pemimpin yang adil, ilmuwan yang berakhlak, atau sekadar individu biasa yang membawa kebaikan di mana pun mereka berada. Mimpi ini, kami yakini, bermula dari setiap lembar Al-Qur'an yang mereka pegang hari ini.
Mari kita terus dukung dan doakan anak-anak kita. Mari kita jadikan madrasah ini sebagai taman syurga kecil tempat benih-benih kebaikan ditanam dan dirawat dengan penuh cinta. Karena masa depan bangsa ini ada di tangan mereka, dan masa depan mereka ada di tangan Allah, yang cahayanya terpancar melalui Kalam Ilahi yang mereka baca.